Wikipedia

Hasil penelusuran

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 05 Juni 2014

kesabaran, kemuliaan seorang putri kerajaan

Disebuah desa, terdapat sebuah kerajaan yang sangat indah . disana terdapat taman-taman bunga yang harum dan segar. Dikerajaan itu, hidup seorang Raja dan Ratu yang sangat arif, adil dan bijaksana. Mereka mempunyai seorang putra yang bernama hamzawi maulana, dia sering disebut dengan pangeran  hamzawi.
Pada suatu hari, pangeran hamzawi mendapatkan tugas dari sang ayah untuk mencari jati dirinya yang sesungguhnya. Dengan syarat hamzawi harus mendapatkan seorang pendamping yang tepat untuk membimbingnya.
“wahai, anakku, ku perintahkan kau berkelana untuk mencari jati diri yang sesungguhnya.” Ucap sang Raja dengan serius. “untuk apa ayah, bukan aku sudah bisa mencari jati diri di kerajaan ini saja?” bertanya sang pangeran kepadanya. “ayah hanya ingin kau mandiri anakku, dengan tidak bergantung bahwa kau adalah putra seorang raja” kata sang Raja, “baiklah aku akan menuruti kehendakmu ayahku”. “tapi dengan satu syarat” timpal sang Ayah, “kenapa  harus ada syaratnya yah, apakah baginda tak percaya dengan anakmu ini..?” penuh pertanyaan dalam benaknya. “bukannya aku tak percaya anakku tapi, aku ingin kau berhasil dengan pencarianmu ini” ucap sang Raja. “memang apa syaratnya ayah?”, “syaratnya tak sulit. Kau hanya tinggal mencari seorang teman yang bisa kau ajak berbagi suka dan duka dan sabar menemanimu, selama kau menjalani tugasku.” Dengan tenang sang raja menjelaskan, “baiklah ayah!, setelah aku mendapatkan seorang teman seperti yang inginkan, aku akan langsung berangkat dalam pencarian jati diriku.” Dengan tersenyum dia menjawab.
Keseokan harinya, diumumkan kepada semua rakyat barang siapa yang paling bisa sabar dia akan dipilih untuk menemani pangeran, mencari jati dirinya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tapi, pangeran belum juga mendapatkan seorang yang dicarinya. Akhirnya pangeran pamit ke raja untuk meminta ijin mencari sendiri oaring yang akan menemaninya. Sang raja pun mengizinkan, dengan syarat dalam kurun satu minggu ia harus menemukannya.
Dihari pertama pencariannya, dia bertemu dengan seorang gadis. Dia melihat kehebatan seorang gadis itu berburu, dengan lincah gadis itu menggerak-gerakan panahnya. Pangeran tidak menyangka bahwa ada seorang gadis yang berpakaian jilbab rapih dan menutup semua badan dengan balutan jubah yang rapih, bisa memanah sehebat itu. Pangeran mendekati seraya berkata, “hey kau!!!, maukah kau mengajariku memanah?” sang pangeran mendekat. “kamu siapa?” ucap gadis itu. “aku seorang pengembara yang ingin berburu” dia sedikit berbohong dan tersenyum, “dari mana asalmu?” gadis itu bertanya lagi. “dari desa sebelah” ujarnya. Begitu mereka bercakap-cakap, akhirnya gadis itu mau menemani dan mengajari pangeran berburu.
***
 Pangeran yang tadinya tidak pernah berburu, maka dari itu sulit baginya mamahami ucapan gadis itu, tapi gadis itu tetap sabar mengajari sang pangeran. Hari pertama pangeran mulai bisa menguasai buruannya, sang gadis tetap sabar menunggu pangeran sampai mendapatkanya. Hari sudah semakin petang, sang gadis bertanya kepada sang pangeran, “kamu tinggal dimana untuk sementara ini?” “aku juga tidak tahu dimana harus tinggal, mungkin jika diluar hutan seperti ini aku bisa dimakan binatang buas”, ujarnya sedikit bercanda. “jika kamu tidak keberatan, mari istirahat di gubukku  untuk beberapa hari”, tawar sang gadis. Tanpa berpikir panjang, sang pangeran mengiyakan tawaran sang gadis itu.
Setelah sampai dirumah gadis itu, pangeran terkejut, ternyata sebuah istana sangat besar yang ada didepan matanya. “inilah gubuk yang aku katakan tadi kepadamu” suara gadis itu menggubris lamunan pangeran.
“eeumm...., iyaa” pangeran kikuk. “mari masuk”, ajak sang gadis itu.
“ternyata sungguh tidak disangka, gadis habbit berburu itu adalah puteri seorang raja” (gumam pangeran dalam hatinya)ketika sang puteri itu datang, ayah gadis itu tersenyum heran melihat gadisnya membawa seorang teman. “Siapa itu nak...???” tanya sang raja.
“dia adalah teman baruku yah, dia sedang berkelana di hutan, jadi aku ajak saja dia ketempat kita, aku rasa ayah juga tidak akan marah” kata sang gadis kepada raja. Raja hanya tersenyum, dan sangat senang melihat anaknya mendapatkan teman yang tampan dan gagah seperti gibran, walaupun seorang laki-laki dia percaya bahwa anaknya tetap menjaga kemuhrimannya. Raja memang tidak tahu asal-usul gibran. Tetapi dia yakin anaknya tidak akan salah memilih teman. Sang raja, tidak pernah membedakan orang biasa maupun bangsawan, bagi raja yang terpenting adalah iman dan taqwanya kepada Allah SWT.
Keesokan harinya pangeran dan gadis itu menghabiskan waktu untuk berburu. Pangeran memperthatikan tingkah laku gadis itu, yang selalu sabar mengajarinya. Sampai-sampai membuatnya lupa akan satu hal, dia belum mengetahui siapa nama gadis itu.
Pangeran berhenti sejenak, dan beristirahat di tepi sungai, gadis itu mengikuti dari belakang. Pangeran memecahkan keheningan bertanya sesuatu pada sang gadis itu. “sejak kita bertemu, aku dan kamu bahkan belum tahu nama kita masing-masing”. “sebenarnya aku juga ingin menanyakan hal yang sama, tapi aku sungkan”, ucap sang gadis malu-malu. “perkenalkan namaku khalil gibran” dengan meletakan tangannya di depan dada. “nama yang jarang didengar tapi mudah di ingat, namaku asyifa hanin”. Dengan meletakan tanganya juga didepan dada.
“nama yang begitu indah dan cantik seperti yang memiliki nama itu.” Puteri syifa tersipu malu, dengan pipi yang memerah merona, semakin pesona pada dirinya. “kamu sudah mengajak  aku kerumah mu dan mengenalkanku pada orangtuamu, besok maukan kau ikut dengan ku..?”, pangeran mengajak sang gadis itu.
“kemana?”, putri merasa penasan.
“Kesuatu tempat yang pasti kau akan suka” pangeran begitu yakin. “baiklah, tapi kamu harus janji tempat itu haruslah indah.” “okeee...!” jawab pangeran singkat.
***
Pagi-pagi sekali pangeran dan putri syifa berangkat menuju tempat yang pangeran janjikan. Sesampainya mereka berdua, tenyata putri syifa sama terkejutnya sperti pangeran beberapa hari yang lalu.  Dia tidak menyangkan bahwa gibran akan membawanya ketempat yang indah itu. Disana terdapat taman yang sangat indah itu. Beratus-ratus bunga yang tertanam disana, aromanya begitu segar masuk kehidung hingga kesaraf-saraf terdalam putri syifa.
“syifaaa...” sapa pangeran, putri pun terkejut dari lamunanya. “mari masuk”, ajak gibran.  Tapi syifa agak ragu sebab dia tidak mengetahui jika istana yang dihadapanya itu adalah tempat tinggal gibran. “jagan ragu, nanti kamu akan tahu sendiri seluruh istana dan siapa yang memilikinya.” (Meyakinakanya). Tanpa ada rasa ragu lagi akhirnya syifa mengaguk setuju.
Setelah mereka berdua masuk, syifa terkejut ketika melihat semua pelayan yang berada disitu melakukan gibran dengan istimewa. Tapi syifa hanya terdiam, biar nanti gibran yang menjelaskan gumamnya dalam hati. Sejak masuk keistana pangeran tidak banyak bicara, dan dia pun bekum mau mempertemukan syifa dengan kedua orangtuanya.
Pangeranpun hanya mempersilahkanya masuk dan menunggunya diruang makan. Hari semakin sore, tapi pangeran gibran belum kembali dan muncul dihadapannya untuk menjelaskan apa yang terjadi dan istana siapa ini sebenarnya. Penuh segudang pertanyaan di hati putri syifa.
Sementara didalam sana, pangeran sedang memperhatikan asyifa yang sejak dari tadi siang menunggunya. Dia solat sendiri bahkan untuk mencari tempat wudhu saja dia seorang diri untuk memutari istana yang luas itu. Ternyata dibalik ini semua pangeran mempunyai rencana yang tersembunyi. Dia sedang menguji syifa, apakah syifa bisa sabar menunggunya didepan meja makan yang disitu terdapat berbagai macam makanan lezat-lezat, padahal pangeran tahu bahwa putri syifa belum makan sejak tadi siang sampai larut malam ini.
Dibelakang ternyata pangeran tidak sendiri, dia ditemani sang raja dan ratu. Disitu juga dia menceritakan siapa syifa sebenarnya, dan untuk apa dia dibawa kesitu. Die menjelaskan kepada kedua orangtuanya, bahwa dia ingin orang yang menemaninya untuk mencari jati dirinya itu adalah syifa, kedua orang tuanya sangat terkejut mendengarnya, tapi gibran tidak henti-hentinya meyakinkan orangtuanya bahwa syifalah yang pantas menemaninya, karena sejak pertama bertemu hingga saat ini syifa telah sabar untuk mengajari dan menemaninya berburu. Hingga sekarang syifa tetap menunggunya, betapa kagumnya raja dan ratu mendengar dan melihatnya langsung apa yang dikatakan anaknya itu terutama pangeran gibran.
Akhirnya munculah raja, ratu, dan pangeran gibran, betapa terkejutnya asyifa melihat mereka semua, “jangan takut kami berdua adalah oraangtua gibran, nak. Siapakah gerangan namamu gadis cantik?” ratu tersenyum lebar.
“Asyifa ratu”, ucapnya dengan lembut,
“Nama yang indah” , ucap ratu, “apakah kamu siap, nak mendampingi anakku gibran ini mengembara?” ucap sang raja. Putri syifa pun terdiam sejenak, karena bingung.
Pangeran gibran pun angkat bicara, “begini ayahanda, saya belum memberitahu tentang hal itu, kesabaran dan kemuliaan yang dia miliki murni ayah, bukan kareana apa-apa”.
“Wahai gibran anakku, kau tidak salah memilih, kau memang mendapatkan seperti apa yang ayah dan ibumu inginkan,” “asyifa” ucap sang raja. “iya, baginda” ucap syifa.
“maukah kau mendampingin anakku selamanya, bukan hanya mengembara, tapi lebih dari itu?” sang raja bertanya kepada putri syifa.
“apapun yang baginda inginkan insayallah saya akan menjalankannya dengan ikhlas”, ucapnya dengan lembut dan penuh ketulusan.
“bagaimana gibran, apa kau setuju dengan ayah?”. “seperti ayaha lihat,” ujarnya. “baiklah, besok kita akan keistanamu, untuk memintamu menjadi putri di kerajaan ini.” Ucap raja dengan lantang.
Tiga bulan berlalu, setelah gibran dan putri syifa menikah dan menjalani bulan madu, akhirnya mereka melanjutkan pengembaraan mereka. Sepanjang pengembaraannya, pangeran gibran sangat bahagia, karena dia didampingi oleh seorang putri yang sangat sabar dan mulia hatinya, yaitu putri syifa.

***
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html